Iklan di WhatsApp Akan segera Ada pada Status

Posted on

Iklan pada WhatsApp akan segera datang

Setelah bertahun-tahun gratis digunakan, pembahasan baru saja dimulai yaitu tentang WhatsApp yang akan di monetasi oleh Facebook. WhatsApp merupakan aplikasi pesan paling populer yang dibeli oleh facebook sekitar 19 miliar us dollars pada tahun 2014 silam.

Menurut Economic Times India, Wakil President WhatsApp yaitu Chris Dansiels membocorkan bahwa perusahaan akan mulai menaruh iklan pada fitur status pada aplikasi tersebut.

iklan-pada-status-whatsapp
Sebuah Layar ponsel yang memperlihatkan Status WhatsApp

“Kami akan menaruh iklan pada “Status”. Hal ini akan menjadi model monetasi utama bagi  perusahaan serta ini juga menjadi sebuah kesempatan bagi pebisnis untuk mencapai pengguna WhatsApp”

“Status” adalah Versi WhatsApp dari Snapchat, Facebook atau Instagram Story, yang terdiri dari post pendek dan video yang hilang dalam waktu 24 jam. Snapchat saat ini sudah mengijinkan tayangan iklan diantara story-nya sedangkann Instagram mengijinkan perusahaan untuk mensponsori story menggunakan fitur barisan teks yang mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari “rekanan berbayar” dari sponsor.

Pada Januari lalu Facebook membocorkan bahwa WhatsApp memiliki 1,5 miliar pengguna per bulannya. WhatsApp telah lama gratis bagi setiap pengguna, tapi sejak 2016 WhatsApp menetapkan fee tahunan sebesar $1 setelah pemakain setahun pertama.

Daniels tidak mengatakan kapan pastinya iklan ini akan dimulai. Sebelumnya perusahaan juga menyatakan pada Wall Street Jurnal bahwa iklan pada ‘status’  ini akan berlaku tahun depan.

Langkah Facebook untuk memonetasi WhatsApp sepertinya merupakan salah satu alasan mundurnya pendiri  aplikasi pesan ini  yaitu Brian Acton. Ia meninggalkan Facebook pada 2017 lalu. Pada sebuah interview dengan Forbes pada bulan September lalu, Acton menjelaskan bagaimana D ia dulu melawan rencana untuk meletakan iklan pada aplikasi pesan yang ia buat.  Sesuatu hal juga menurut yang Dia katakan bahwa Dia kurang bisa bekerja sama dengan para petinggi Facebook, termasuk juga dengan Mark Zuckerberg.